Percaya Atau Tidak, Warga Kotagede-Pleret Kerap Mendengar Suara Kereta Tengah Malam!

Sudah banyak tersiar kabar misteri di seputaran Jogja. Mulai dari suara drumband dan gamelan di tengah malam. Bahkan beberapa bangunan tua yang dianggap sebagai tempat angker. Kini, suara kereta tengah malampun menjadi misteri di Jogja.

Beberapa warga yang berada di sekitaran Kotagede-Pleret kerap mendengar suara kereta api tengah malam. Padahal dikawasan tersebut nggak ada kereta yang aktif Scrummia.

Rel kereta api sendiri berada sekitar 5 km dari Kotagede, yaitu di Janti dan lebih dari 6 km dari pleret. Cukup jauh kan kalau dipikir-pikir. Ntah gimana suara kereta sejauh itu bisa terdengar di sekitaran Kotagede-Pleret. Ini yang masih menjadi misteri.

Kalau dibahas lebih jauh, bagaimana hal ini bisa terjadi. Kita cek dulu deh, sejarah dari kawasan ini. Dulu memang ada rel kereta api yang atif dari pleret hingga kotagede Scrummia. Tapi itu dulu banget, sekitar tahun 1917-1919. Jalur ketera api tersebut dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Tujuannya dibangun rel kereta api untuk mempermudah mengangkut penumpang dan gula dari pabrik-pabrik gula di Bantul.

Kini, rel kereta api tersebut sudah nggak ada. Kabarnya nih, rel kereta api sudah nggak ada sejak awal kependudukan Jepang. Ceritanya, Sri Sultan Hamengkubuwana IX kala itu memerintahkan mencopoti rel kereta jalur Ngabean-Pundung lalu diserahkan kepada Jepang. Hal ini dilakukan sebagai ganti agar penduduk Jogja nggak ikut Romusha atau kerja paksa.

Namun dari sejarah yang ada, tetap warga sekitar menduga suara kereta yang mereka dengar di tengah malam, merupakan kereta tak kasat mata.

Percaya atau nggak, mereka pernah mendengarnya.

Tapi ada juga yang nggak percaya dengan hal-hal seperti itu. Sehingga mencari fakta lain. Kalau dilihat secara ilmiah nih. kejadian yang dialami atau yang didengar itu pada malam hari. Nah penjelasan ilmiahnya begini, saat malam hari, udara menjadi lebih dingin. Udara yang lebih dingin ini memiliki kerapatan yang lebih tinggi. Sehingga gelombang suara lebih mudah merambat dan jangkauannya lebih jauh.

Jadi nggak menutup kemungkinan jarak 5-6 km bisa terdengar saat malam hari. Lagi pula saat malam tingkat kebisingan lebih rendah. Suara kereta pun bisa saja nggak terhambat suara apapun. Masuk akal sih. Iya nggak?

Muncul pertanyaan, apa ada kereta api yang melitas pada tenga malam?  Jawabannya ada. Ternayata nih, memang ada kereta api yang melintas di Jogja sekitar tengah malam. Diantaranya, Bima dan Mutiara Selatan.

Jadi gimana? Kalian percaya akan hal mistis yang ada? Atau tertarik dengen penjelasan ilmiahnya? Semua tergantung kalian deh. Mau percaya atau nggak.

Ingat Jogja, Ingat Jogja Scrummy.

Photo: jalanbaja.wordpress.com

Writer: Lola Lolita