Kenapa Harus Mudik? Inilah Jawaban yang Mengharukan

Mudik menjadi kegiatan masal setiap tahunnya. Nggak Cuma di Indonesia, ada beberapa Negara di Asia yang melakukan hal ini. Tradisi ini mengundang banyak perhatian. Mengundang banyak pertanyaan, yag rata-rata hampir sama “Kenapa harus mudik?” Mudik atau pulang kampung ini sudah melekat begitu erat pada diri kita bukan? Terutama bagi mereka yang merantau jauh dari kampung halamannya.

Tahu nggak sih kalian Scrummia. Kalau kita mau melihat kenapa orang-orang rela menabung sedemikian gencar, rela mengantri membeli tiket jauh-jauh hari dan rela menjual sesuatu untuk menambah kekurangan uang mudik? Ada niat dan keinginan yang mulia di balik itu semua.

Tradisi yang ada saat lebaran itulah yang menjadi tujuan utama para pemudik. Halal bihalal dengan keluarga dan sanak saudara. Melaksanakan shalat idul fitri berama, rasanya benar-benar seperti merengkuh suatu kemengan besar. Membayangkannya saja sudah merinding, takjub akan hal itu.

Namun ada hal yang lebih menggores hati, semua orang yang merantau, pasti kangen akan kampung halamannya, keluarga, sanak saudara, dan teman-teman. Saat kita bertemu dengan mereka semua, rasanya memori ingatan membawa kita kembali kebeberapa tahun silam. Momen lebaran adalah di mana kita saling berjabat tangan, saling menguncapkan kata maaf, saling berpelukan, bersimpuh dihadapan kedua orang tua, mencurahkan rasa bersalah dengan diiringi air mata. Itu Scrummia, hal itu yang dirindukan para pemudik saat lebaran. Maka karenanya mereka rela melakukan banyak hal demi bisa kembali ke kampung halaman untuk beberapa hari saja.

Mengingat momen tersebut, membuat air mata susah dibendung bukan? Terkadang kita yang nggak melakukan tradisi mudik, suka kesal saat berada di jalan, jalanan penuh dikarenakan para pemudik. Coba kita fikir sejenak, mereka sebenarnya nggak mau harus macet-macetan, harus mengantri lama di jalan, mereka rela kaya gitu, yak arena keluarga. Keluarga yang mereka rindukan.

Namun ada beberapa hal yang terkadang diabaikan oleh para pemudik, yaitu keselamatan. Mereka terkadang mengangkut keluarganya untuk pulang kampung dengan cara yang jauh dari kata aman. Naik motor misalnya, bisa sampai melebihi penumpang, namun harapan yang tadinya ingin bertemu keluarga lalu harus berakhir dijalan. Jangan sampai itu terjadi ya Scrummia. ingatlah keselamatan saat di jalan, patuhi aturan-aturannya, jangan dilanggar. Keselamatan jauh lebih penting.

Buat kalian yang nggak bisa mudik dikarenaka beberapa hal yang nggak bisa kalian tinggalkan, nggak apa-apa kok. Semoga tahun depan kalian bisa berkumpul bersama keluarga di momen lebaran ya. Tetap semangat.

Ingat Jogja, Ingat Jogja Scrummy.

Writer: Lola Lolita